ILMU BUDAYA DASAR
ILMU BUDAYA DASAR
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
ilmu budaya
dasar adalah pengetahuan
dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
ilmu budaya dasar adalah usaha yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan. Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian
yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan
wawasan pemikiran serta kepekaan dalam mengkaji masalah masalah manusia dan
kebudayaan.
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Tujuan utama mata kuliah
ilmu budaya dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran,
khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan
penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus.
Untuk bisa menjangkau
tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1. Mengusahakan kepekaan
mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah beradaptasi
dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2. Memberi kesempatan kepada
mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan
budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang
menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan wahana
komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih
lancar dalam berkomunikasi.
Dengan ringkas dapat disebutkan bahwa
tujuan IBD secara umum adalah :
Pembentukan dan
pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan
pemikiran mengenai berbagai gejala yang timbul dalam lingkungan, khususnya
gejala-gejala yang berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya
tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat
diperluas.
Tiga Kelompok
Ilmu Pengetahuan
Menurut Prof Dr. Harsya Bactiar
mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar
yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science
)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal
ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku
mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan
suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini
lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk
kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain astronomi, fisika, kimia, biologi,
kedokteran, mekanika.
2. Ilmu-ilmu Sosial ( social science
)
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk
mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia.
Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu
alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran.
Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat
berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain
ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, antropologi sosial, sosiologi
hukum, dan sebagainya.
3. Pengetahuan Budaya ( the
humanities )
Pengetahuan Budaya bertujuan untuk
memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk
mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan
kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities)
dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan
filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding
keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dan lain-lain.
Perbedaan antara IBD dan IPS
· Ilmu Budaya Dasar diberikan pada tingkat perguruan
tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan pada tingkat pendidikan
dasar maupun tingkat pendidikan lanjutan menengah pertama sampai menengah atas.
· Ilmu Budaya Dasar merupakan matakuliah tunggal artinya
tidak memiliki kelompok mata pelajaran sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah
kelompok dari sejumlah mata pelajaran diantaranya Sejarah, Ekonomi, Geografi,
Sosiologi, dan lain-lain.
·
Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial
bertujuan untuk pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.
Persamaan antara IBD dan IPS
· Keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan
program pendidikan atau pengajaran
·
Keduanya bukan merupakan disiplin ilmu yang berdiri
sendiri
·
Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan
sosial dan permasalahan sosial
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Unsur-unsur Yang
Membangun Manusia
Dari sekian banyak unsur yang
membangun manusia di sederhanakan menjadi
klasifikasi, yaitu unsur jasmani dan
unsur rohani.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
hakikat adalah intisari atau dasar.Selain itu,
hakikat juga memiliki arti sebagai
kenyataan yang sebenarnya atau sesungguhnya.
Jadi, dapat di katakan bahwa yang
dimaksud dengan hakikat manusia adalah dasar
atau kenyataan dari manusia itu
sendiri yaitu :
· Mahluk
ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
· Mahluk
ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk\lainnya.
· Mahluk
biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
· Mahluk
ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan tekologi mempunyai kualitas dan martabat
karena kemampuan bekerja dan berkarya
Perbedaan Manusia Dengan Makhluk Lain
1. Punya masa menopause
Berbeda dengan sebagian besar binatang yang akan terus bereproduksi hingga akhir
hayatnya, manusia khususnya wanita hanya akan bereproduksi sampai tiba pada suatu
masa yang disebut menopause.
2. Melewati masa kecil lebih lama
Dibandingkan primata maupun binatang yang lain, manusia menghabiskan waktu
yang lebih lama untuk tinggal bersama dan mengasuh keturunannnya. Beberapa ahli
menduga hal ini dipicu oleh ukuran otak manusia yang lebih besar, sehingga
butuh waktu lebih lama untuk berkembang dengan sempurna.
3. Wajah memerah saat tersipu
Dari
semua bentuk ekspresi, wajah yang memerah saat tersipu malu adalah yang paling
unik dan hanya terjadi pada manusia. Tidak diketahui pasti bagaimana hal ini
terjadi, namun hal ini dinilai telah banyak membantu manusia untuk bersikap
jujur.
4. Bisa menciptakan api
Kemampuan
manusia untuk membuat api adalah bekal penting dalam memenangkan seleksi alam.
Ancaman predator nokturnal yang mengintai ketika hari mulai gelap menjadi mudah
bagi manusia untuk ditanggulangi.
5. Mengenal pakaian
Tidak
seperti kera yang tubuhnya tertutup bulu (rambut), secara alami manusia tidak
punya pelindung terhadap perubahan suhu di permukaan kulitnya. Namun dengan
kecerdasan yang dimiliki, manusia bisa membuat pakaian yang menggantikan fungsi
bulu pada beberapa jenis binatang.
6. Berbicara
Sejak
kurang lebih 35.000 tahun yang lalu, manusia memiliki tenggorokan yang
posisinya lebih rendah dibandingkan pada simpanse. Ditunjang dengan tulang
hyoid berbentuk tapal kuda yang terletak di bawah lidah, manusia mampu
mengontrol suara yang dihasilkan sehingga bisa berbicara.
7. Jemari tangan yang fleksibel
Manusia
adalah satu-satunya spesies yang bisa memutar jempol tangannya ke berbagai arah
hinggga 360 derajat. Jari-jari yang lain juga lebih fleksibel dibandingkan
primata, sehingga manusia menjadi spesies paling terampil dalam memanfaatkan
peralatan.
Kepribadian Bangsa Timur
· Bangsa timur identik
menjunjung nilai kesopanan yang lebih tinggi dibanding budaya
barat :
Inilah faktor utama yang membuat bangsa timur khususnya Indonesia menjadi
bangsa yang berkesan di mata orang asing yang berkunjung ke Indonesia karena
faktor inilah yang seolah-olah membuat kesan yang tidak terlupakan.
Jika dibandingkan budaya barat bangsa timur dapat dikatakan lebih unggul
darinya karena budaya barat cenderung kurang dalam menjunjung nilai kesopanan.
· Bangsa timur lebih
terbuka dan ramah tamah terhadap bangsa atau negara lain :
Ini adalah faktor kedua yang menyebabkan bangsa kita ini adalah bangsa yang
paling digemari bangsa asing sebagai tujuan wisata karena dengan sifat
masyarakat Indonesia yang terbuka dan ramah baik kepada sesama maupun kepada
bangsa asing membuat bangsa asing tidak takut untuk bercengkrama meskipun
bangsa asing tersebut belum pernah mengenal sebelumnya.
· Bangsa timur juga amat
peduli dengan orang lain :
Faktor ketiga ini sudah mendarah daging bagi masyarakat bangsa timur ,
peduli kepada sesama merupakan sebuah keharusan yang tidak bisa ditinggalkan .
Bangsa timur bahkan tidak pandang bulu dalam memberikan simpati dan kepedulian,
orang asing yang belum dikenalpun akan dibantu selama ia bisa membantunya, Hal
ini sanagat jauh berbeda dengan kepribadian bangsa barat yang bersifat liberal
serta lebih individualis dan egois dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagan Psiko-Sosiogram Manusia
Berikut ini merupakan contoh dari bagan
Psiko-Sosiogram manusia :
manusia tentang berbagai macam hal.
Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar yang
berarti tentang pendapat dan pikiran
seseorang tentang dunia atau daerah yang belum pernah
dikunjungi atau dijumpai.
Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna. Bisa
dianalogikan hubungan antara
murid dengan guru, pedagang dan pembeli.
Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib. Di
sini manusia memiliki seseorang atau
sesuatu yang dianggap bisa menjadi curahan hati dan
tempat untuk meminta
bantuan. Tidak selalu manusia yang lain juga melainkan
benda, atau makhluk hidup
lain pun bisa berada pada lingkaran ini.
Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan.
kebalikan dari nomor 5, ini berarti
manusia mengungkapkankepada orang lain apa yang ada di
pikirannya seperti
perasaan, pengetahuan dan sebagainya.
Nomor 5 disebut kesadaran yang tidak
dinyatakan. Maksudnya pikiran – pikiran dan
gagasan yang ada disimpan sendiri oleh manusia
tersebut dan tidak ada seorang
lain pun yang dapat mengetahuinya.
Nomor 7 dan 6 disebut sebagai daerah tak sadar dan sub
sadar. Tak sadar karena
memang sudah tertanam jauh di dalam diri manusia dan
tak mampu disadari bahkan
oleh manusia itu sendiri. Sub sadar karena sewaktu –
waktu unsur – unsur yang
sudah tertanam bisa meledak keluar lagi dan mengganggu
kebiasaan sehari – hari.
Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari
generasi ke generasi.
Budaya terbentuk dari banyak unsur
yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat
istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan
karya seni. Bahasa,
sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia
sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika
seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan
menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku
komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan
sosial manusia.
Ada beberapa tokoh kebudayaan dari indonesia yaitu:
1.
Bung Karno
2.
Gus Dur
3.
Emha Ainun Najib
4.
Kang Sobari
5.
Soejiwo Tejo
6.
Butet Kertarajasa
Unsur Kebudayaan
Unsur kebudayaan universal ini
menjadi tujuh bagian. Yakni :
1. Bahasa
Suatu pengucapan yang indah dalam
elemen kebudayaan dan sekaligus menjadi alat perantara yang utama bagi manusia
untuk meneruskan atau mengadaptasikan kebudayaan. Ada dua bentuk bahasa yaitu
lisan dan tulisan.
2. Sistem pengetahuan
Unsur ini berkisar pada pengetahuan
tentang kondisi alam sekelilingnya dan sifat-sifat peralatan yang dipakainya.
Sistem pengetahuan meliputi ruang pengetahuan tentang alam sekitar, flora dan
fauna, waktu, ruang dan bilangan, sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia,
tubuh manusia.
3. Sistem kemasyarakatan atau
organisasi sosial
Dimaknai sebagai sekelompok
masyarakat yang anggotanya merasa satu dengan sesamanya. Organisasi sosial
meliputi: kekerabatan, asosiasi dan perkumpulan, sistem kenegaraan, sistem
kesatuan hidup, perkumpulan.
4. Sistem peralatan hidup dan
teknologi
Teknologi di sini dimaknai sebagai
jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggota suatu masyarakat,
meliputi keseluruhan cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan
pengumpulan bahan-bahan mentah, pemrosesan bahan-bahan itu untuk dibuat menjadi
alat kerja, penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi dan kebutuhan
lain yang berupa benda material. Unsur teknologi yang paling menonjol adalah
kebudayaan fisik yang meliputi, alat-alat produksi, senjata, wadah, makanan dan
minuman, pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan serta alat-alat
transportasi.
5. Sistem mata pencaharian hidup
Ini merupakan segala usaha manusia
untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sistem ekonomi ini meliputi,
berburu dan mengumpulkan makanan, bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan
perdagangan.
6. Sistem religi
Perpaduan antara keyakinan dan
praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal-hal suci dan tidak terjangkau
oleh akal. Sistem ini meliputi, sistem kepercayaan, sistem nilai dan pandangan
hidup, komunikasi keagamaan, dan upacara keagamaan.
7. Kesenian
Kesenian dapat dimaknai sebagai segala hasrat manusia terhadap
keindahan. Bentuk keindahan yang beraneka ragam itu timbul dari imajinasi
kreatif yang dapat memberikan kepuasan batin bagi manusia. Pemetaan bentuk
kesenian dapat terbagi menjadi tiga garis besar, yaitu; seni rupa, seni suara
dan seni tari.
Perbedaan kebudayaan dalam 2 bentuk
wujud
Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua
ciptaan masyarakat yang nyata. Kebudayaan material juga mencangkup
barang-barang, seperti televise, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian,
dan gedung pencakar langit.
Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah
ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, yaitu
seperti dongeng, cerita rakyat dan lagu atau tari tradisional.
3 Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya
Wujud dari kebudayaan itu sendiri adalah :
· Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan
adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai,
norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak.
· Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud
kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.
Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.
· Artefak (karya)
Artefak adalah wujud
kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua
manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba,
dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud
kebudayaan.
5 masalah pokok kehidupan manusia dalam
sistem nilai budaya
Menurut C. Kluckhonh dalam karyanya
Variations in Value Orientation (1961) sistem Nilai Budaya dalam semua
kebudayaan di dunia, secara Universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan
manusia yaitu :
1. Hakekat Hidup manusia (MH)
Masyarakat dipengaruhi oleh kebudayaan - kebudayaan dalam memahami arti
dari hidup. Sebagai contoh, dalam Buddha, hidup itu buruk dan manusia harus
mencapai Nirvana. Hal ini mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam menjalani
kehidupannya. Namun, banyak kebudayaan yang menganggap hidup itu baik. Jadi,
variasi budaya mempengaruhi pemikiran-pemikiran manusia.
2. Hakekat Kerja atau Karya manusia (MK)
Ada beberapa yang menganggap kerja adalah sesuatu yang harus dilakukan
untuk bertahan didalam kehidupan (survival). Namun, ada yang bekerja untuk
mendapatkan pangkat, jabatan, bahkan ada yang berpikir bekerja untuk
meninggalkan prestasi. Bukan harta yang dicari, namun status sosial yang
dimiliki setiap individu.
3. Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu (WM)
Masalah ini memiliki fokus dalam waktu. Ada budaya yang harus menganggap
penting masa lampau, ada yang memperhatikan masa kini adalah yang terpenting
sebuah tujuan perjuangannya, dan ada budaya yang melihat jauh ke depan. Hal ini
mempengaruhi masyarakat dalam menentukan perencanaan hidupnya dikarenakan
perbedaan pendapat dalam pemahaman dimensi waktu.
4. Hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar (MA)
Masalah ini menyangkut kepercayaan bahwa alam itu dahsyat dan mengenai
kehidupan manusia. Sebaiknya ada yang menganggap alam sebagai anugerah Tuhan
Yang Maha Esa untuk di kuasai manusia. Akan tetapi, ada juga kebudayaan ingin
mencari harmoni dan keselarasan dalam alam. Cara pandang ini akan berpengaruh
terhadap pola aktivitas masyarakatnya.
5. Hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya (MN)
Masalah yang ke lima menyangkut tentang interaksi antar manusia. Banyak
kebudayaan hubungan ini tampak dalam bentuk orientasi berfikir, cara
bermusyawarah, mengambil keputusan dan bertindak. Ada budaya yang menganggap
kedudukan secara horizontal, dimana cenderung memikirkan hak asasi manusia.
Sedangkan ada budaya yang menganggap kedudukan secara vertikal, dimana
terciptanya pengembangan orientasi keatas (senioritas).
Faktor yang mempengaruhi diterima atau
tidaknya suatu unsur kebudayaan baru
1. Terbatasnya masyarakat
memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang
berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup
dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai
agama.
3. Corak struktur sosial
suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya
sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan
diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan
bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang
baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
Penyebab Perubahan Kebudayaan
Budaya Merupakan sesuatu yang tidak
statis, tetapi dinamis. Maksudnya Budaya dapat berubah seiring perkembangan zaman
yang ada. Namu, tidak semua unsur-unsur yang ada di dalam budaya tersebut
berubah.
Budaya tersebut dapat berubah secara
perlahan maupun secara tiba-tiba. Tergantung seberapa lama dan seberapa kuat
budaya tersebut. Hal-hal yang menyebabkan suatu budaya berubah atau goyah dari
budaya aslinya adalah, pertama, sebab budaya berubah bisa dari masyarakat dan
kebudayaan itu sendiri. Seperti perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
Sebab kedua terjadinya perubahan di
dalam budaya adalah oleh perubahan lingkungan alam dan lingkungan fisik tempat
budaya itu berada. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada di dalam
jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung berubah
lebih cepat.
Perubahan ini selain karena jumlah
penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan,
penemuan-penemuan baru khususnya di bidang teknologi dan inovasi. Selain itu
proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan yang terjadi pada masa silam juga
bisa mempengaruhi terjadinya perubahan budaya. Oleh sebab itu proses akulturasi
bisa berdampak positif dan juga negaatif di dalam suatu kebudayaan, khususnya
dalam perubahan budaya itu sendiri.
Hubungan manusia dan kebudayaan
Manusia dan kebudayaan sangat erat
terkait satu sama lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang
tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang
paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya
secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari
kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Sang Pencipta.
Budaya tercipta/terwujud merupakan hasil
dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini.
Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu
untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka
bumi ini. Di samping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia,
intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.
Dengan semua kemampuan yang dimiliki
oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika
antara manusia dan kebudayaan.
Kebudayaan adalah produk manusia, namun
manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada
karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah
kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia
sebagai pendudukungnya Manusia.
Contoh-Contoh Hubungan Antara Manusia
dengan Kebudayaan
1. Kebudayaan-kebudayaan
khusus atas dasar faktor kedaerahan
2. Cara hidup di kota dan
di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
3. Kebudayaan-kebudayaan
khusus kelas sosial
4. Kebudayaan khusus atas
dasar agama
5. Kebudayaan berdasarkan
profesi
Dialektis (Dialektika)
Kebudayaan adalah produk manusia, namum
manusia sendiri sangat tergantung pada produk kebudayaannya. Itulah dialektika
fundamental yang mendasari seluruh proses hidup manusia.
Dialektika fundamental ini terdiri dari
tiga tahap, yaitu :
1. Tahap Eksternalisasi
Adalah proses pencurahan diri manusia secara terus-menerus kedalam dunia
melalui aktivitas fisik dan mentalnya.
2. Tahap Objektivasi
Adalah konsekuensi logis dari tahap eksternalisasi. Artinya, jika dalam
tahap eksternalisasi manusia sibuk melakukan kegiatan fisik dan mentalnya, maka
dalam tahap objektivasi, kegiatan tersebut sudah menghasilkan produk-produk
tertentu, misalnya; gedung, mobil, komputer, buku-buku ilmiah, dsb.
3. Tahap Internalisasi
Adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia itu kembali
diserap oleh manusia. Dengan kata lain, struktur dunia objektif hasil karyanya
ditransformasikan kembali ke dalam struktur kesadaran subjektifnya.
Sumber :
https://www.era.id/play/98Uybl-mengenal-7-unsur-kebudayaan-universal
Comments
Post a Comment